Kamis, 25 April 2024

Apa itu starlink dan apa dampaknya di Indonesia ?

INTERNET SATELIT BROADBAND TERCANGGIH DI DUNIA


Starlink adalah sistem konstelasi satelit yang bertujuan untuk menghadirkan jangkauan internet global. Sistem ini cocok untuk wilayah pedesaan dan terpencil secara geografis di mana konektivitas internet tidak dapat diandalkan atau tidak ada sama sekali.
Sebuah inisiatif SpaceX untuk menciptakan jaringan broadband global , Starlink menggunakan konstelasi satelit orbit Bumi rendah ( LEO ) untuk menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi. SpaceX, lebih dikenal sebagai Space Exploration Technologies Corp., adalah perusahaan roket dan pesawat ruang angkasa swasta yang didirikan Elon Musk pada tahun 2002.

Bagaimana cara kerja Starlink?


Starlink beroperasi pada teknologi layanan internet satelit yang telah ada selama beberapa dekade. Alih-alih menggunakan teknologi kabel, seperti serat optik untuk mengirimkan data internet, sistem satelit menggunakan sinyal radio melalui ruang hampa. Stasiun bumi menyiarkan sinyal ke satelit di orbit, yang pada gilirannya menyampaikan data kembali ke pengguna Starlink di Bumi. Setiap satelit di konstelasi Starlink memiliki berat 573 pon dan memiliki badan datar. Satu roket SpaceX Falcon 9 dapat memuat hingga 60 satelit.
Tujuan Starlink adalah menciptakan jaringan latensi rendah di luar angkasa yang memfasilitasi komputasi tepi di Bumi. Tantangan dalam menciptakan jaringan global di luar angkasa bukanlah tantangan kecil, terutama karena latensi rendah merupakan tuntutan yang penting. SpaceX telah mengusulkan konstelasi hampir 42.000 satelit seukuran tablet yang mengelilingi dunia pada orbit rendah untuk memenuhi permintaan ini. CubeSats -- satelit mini yang biasa digunakan di LEO -- menciptakan jangkauan jaringan yang ketat, dan orbit Bumi yang rendah menghasilkan latensi yang rendah.

Beberapa fakta tentang Starlink Satelit 

Starlink bukan satu-satunya pesaing dalam perlombaan luar angkasa dan memiliki beberapa pesaing, termasuk OneWeb, HughesNet, Viasat, dan Amazon. HughesNet telah menyediakan jangkauan sinyal dari 22.000 mil di atas Bumi sejak tahun 1996, namun Starlink mengikuti pendekatan yang sedikit berbeda dan menyajikan peningkatan berikut:

Daripada menggunakan beberapa satelit besar, Starlink menggunakan ribuan satelit kecil.
Starlink menggunakan satelit LEO yang mengelilingi planet ini hanya pada ketinggian 300 mil di atas permukaan. Orbit geostasioner yang diperpendek ini meningkatkan kecepatan internet dan mengurangi tingkat latensi.
Satelit Starlink terbaru memiliki elemen komunikasi laser untuk mengirimkan sinyal antar satelit, sehingga mengurangi ketergantungan pada beberapa stasiun bumi.
SpaceX bertujuan untuk meluncurkan sebanyak 40.000 satelit dalam waktu dekat, memastikan jangkauan satelit global dan jarak jauh dengan berkurangnya pemadaman layanan.

Starlink memiliki keuntungan menjadi bagian dari SpaceX, yang selain meluncurkan satelit Starlink, juga melakukan peluncuran mitra secara rutin. Penyedia internet satelit lainnya mungkin tidak dapat menjadwalkan peluncuran satelit reguler karena faktor biaya tinggi.

Seberapa cepat kecepatan internet Starlink?

Starlink menawarkan data berkecepatan tinggi tanpa batas melalui serangkaian satelit kecil yang memberikan kecepatan internet hingga 150 Megabit per detik ( Mbps ). SpaceX berencana menggandakan angka ini dalam beberapa bulan mendatang.

Menurut Speedtest baru-baru ini oleh Ookla , Starlink mencatat kecepatan pengunduhan rata-rata tercepat pada kuartal pertama tahun 2022 sebesar 160 Mbps di Lituania. Starlink juga memiliki kecepatan 91 Mbps di AS, 97 Mbps di Kanada, dan 124 Mbps di Australia. Starlink di Meksiko adalah internet satelit tercepat di Amerika Utara, dengan kecepatan unduh rata-rata 105,91 Mbps. Speedtest lebih lanjut mengungkapkan bahwa kecepatan unggah telah mengalami penurunan setidaknya 33% di AS -- dari 16,29 Mbps pada kuartal pertama tahun 2021 menjadi 9,33 Mbps pada kuartal kedua tahun 2022.

Menurut situs web Starlink, ia menawarkan kecepatan tinggi dan latensi serendah 20 milidetik di sebagian besar lokasi.

Harga Starlink di Indonesia untuk pengguna rumahan


Pengguna kini bisa memesan layanan Starlink di website https://www.starlink.com. Di laman resminya tersebut, Starlink sudah merinci harga langganan paket "standar" unlimited seharga Rp 750.000 per bulan.
Pelanggan juga harus membayar biaya senilai Rp 7.800.000 untuk perangkat keras. Starlink tidak merinci berapa kecepatan internet yang ditawarkannya untuk pelanggan pribadi. Namun, di kategori bisnis, Starlink merinci bahwa kecepatan unduhan mencapai 40 Mbps hingga lebih dari 220 Mbps. Kecepatan unggahannya mencapai 8 Mbps hingga lebih dari 25 Mbps. Latensinya mencapai 20 milidetik sampai 60 milidetik.

KompasTekno mencoba memesan internet Starlink untuk domisili di Kota Tangerang, Banten. Kami perlu memasukkan informasi kontak seperti nama, nomor telepon, dan alamat e-mail. Kemudian, kami juga harus memberikan informasi alamat rumah yang ingin dipasang Starlink. Di akhir, kami harus membayar total biaya Rp 9.645.000 untuk biaya pemasangan awal, dengan rinciannya sebagai berikut: 1.Deposit: Rp 750.000 
2.Layanan: Rp 750.000 per bulan 
3.Perangkat keras: Rp 7.800.000 
4.Pengiriman dan penanganan: Rp 345.000

Di mana Starlink tersedia?

Starlink saat ini menyediakan layanan ke 36 negara dengan wilayah cakupan terbatas. Di Amerika Serikat, perusahaan berencana memperluas cakupannya ke seluruh benua Amerika pada akhir tahun 2023. Meskipun beberapa negara, termasuk Pakistan, India, Nepal, dan Sri Lanka, ditandai sebagai "Segera hadir" di peta cakupan Starlink, saat ini Starlink tidak memiliki rencana untuk menawarkan layanan ke beberapa negara, termasuk Rusia, Tiongkok, Kuba, dan Korea Utara. 

Apa dampak kehadiran starlink di Indonesia

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan perluasan proyek Starlink milik Elon Musk yang memiliki kelebihan dan kekurangan bagi industri telekomunikasi nasional. Ekspansi Starlink di Indonesia dapat meningkatkan aksesibilitas internet di daerah terpencil dan mendigitalkan berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Namun, hal ini juga dapat meningkatkan persaingan bisnis penyedia layanan internet lokal dan berisiko terkena dampak infrastruktur telekomunikasi global. Oleh karena itu, APJII menyarankan perusahaan untuk fokus pada pengendalian lokal, kebutuhan pelanggan, dan integrasi dengan layanan lokal.

Kesimpulan 

Starlink merupakan inisiatif ambisius dari SpaceX yang bertujuan menyediakan akses internet global melalui konstelasi satelit LEO. Teknologi ini menjanjikan kecepatan tinggi, latensi rendah, dan ketersediaan di daerah terpencil. Meskipun menawarkan potensi besar dalam meningkatkan aksesibilitas internet, kehadiran Starlink juga menimbulkan beberapa dampak terhadap industri telekomunikasi lokal dan infrastruktur global. Namun, dengan dukungan yang tepat, Starlink dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Indonesia.

Dengan adopsi yang tepat, Starlink memiliki potensi untuk mendigitalkan berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan UMKM di Indonesia. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa kehadiran Starlink juga menimbulkan beberapa tantangan, termasuk persaingan bisnis dengan penyedia layanan internet lokal dan risiko dampak terhadap infrastruktur telekomunikasi global. Oleh karena itu, strategi yang bijaksana adalah fokus pada pengendalian lokal, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan integrasi yang baik dengan layanan lokal.

Referensi 




Minggu, 14 April 2024

Mencari tahu apa itu IP Address?

Pengertian IP Address 

Sering wifian tapi cuma tau nama sama kata sandinya aja nih? Padahal ada Ip address yang juga termasuk komponen penting jaringan yang harus diketahui.

Biasanya Ip Adress juga terletak di jaringan dan koneksi di hp ataupun dilaptop loh. Ip Adress juga berperan untuk jaringan pada suatu perangkat atau pc yang berfungsi sebagai angka identitas agar terhubung dengan internet. 

Apa itu IP ADDRESS ?

IP Address singkatan dari Internet Protocol Address, adalah serangkaian angka yang unik untuk mengidentifikasi dan membedakan setiap perangkat yang terhubung ke jaringan komputer. 
IP Address memainkan peran penting dalam pengiriman data dan memungkinkan perangkat seperti komputer, smartphone, dan server untuk berkomunikasi satu sama lain.Struktur IP Address terdiri dari empat kelompok angka yang dipisahkan oleh titik, misalnya 192.168.0.1. Setiap kelompok angka dapat memiliki nilai antara 0 hingga 255. IP Address ini dapat dibagi menjadi dua jenis: IPv4 dan IPv6.

Jenis-Jenis IP Address

Alamat IP dikategorikan dalam empat jenis, di antaranya:

IP Publik
Sesuai namanya, Public IP address adalah alamat IP yang dapat diakses melalui jaringan internet. Oleh karena itu, alamat IP publik dimiliki oleh segala perangkat yang diperuntukkan khalayak umum. Server website, server email, dan router Wi-Fi adalah beberapa contoh device yang menggunakan alamat IP publik.Baik IP address publik maupun privat memiliki rentang angka tersendiri (dan dibagi menjadi beberapa kelas yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya).

Alokasi untuk rentang angka IP address berjenis publik diatur oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Apabila ada organisasi (contohnya penyedia layanan internet) yang ingin mendapatkan jatah alamat IP publik, ia harus meminta izin ke badan otoritatif tersebut. 

IP Privat
IP address berjenis privat digunakan untuk komunikasi pada jaringan lokal. Contoh perangkat yang memiliki private IP address adalah laptop, PC, dan ponsel. Masing-masing device tersebut dapat berkomunikasi dengan satu sama lain tanpa melalui koneksi internet, tetapi pada jaringan lokal.
Anda mungkin bertanya: bagaimana komputer saya bisa mengakses sebuah website jika alamat IP-nya berjenis privat? Jawabannya adalah, karena device tersebut melakukannya melalui IP address publik milik router internet Anda sebagai perantara.

IP Dinamis
Alamat IP dinamis atau dynamic IP address adalah jenis alamat IP yang biasanya dimiliki oleh umum, termasuk Anda. Alamat IP ini diberikan oleh penyedia layanan internet secara cuma-cuma, tetapi tidak bersifat abadi.
Mengapa demikian? Sebelumnya telah dijelaskan bahwa saat ini jumlah IP address yang bisa digunakan semakin menipis. Karenanya, prinsip penggunaan IP dinamis itu bergiliran. Nah, penyedia layanan internet pula yang bertanggung jawab atas hal ini.
IP dinamis dapat berubah satu kali setiap minggu, bulan, atau tahun. Namun, restart perangkat atau router internet pun dapat menyebabkan pergantian ini.

IP Statis
Berkebalikan dengan jenis di atas, alamat IP statis “dibooking” oleh pihak yang menggunakannya.
Pengguna yang melakukan reservasi terhadap satu atau lebih alamat IP termasuk penyedia layanan web hosting, virtual private network (VPN), dan server file transfer protocol (FTP). Mereka membutuhkan IP address yang tidak berubah karena layanan yang bergantung padanya.
Tentunya, Anda harus membayar sejumlah biaya yang diberikan oleh penyedia layanan internet untuk mendapatkan alamat IP statis.

Shared IP
Dengan penjelasan sebelumnya mengenai IP publik, pastinya Anda sudah paham bahwa masing-masing server website memiliki satu alamat IP.
Nah, shared IP biasanya terdapat pada server shared web hosting, di mana semua penggunanya berbagi seluruh sumber daya server tersebut, termasuk IP address-nya. Tak hanya itu, semua nama domain milik seorang pengguna juga memakai alamat IP yang sama.

Dedicated IP
Jika shared IP dipakai bersama-sama oleh semua pengguna pada suatu server, dedicated IP adalah alamat IP yang hanya digunakan oleh satu domain.
Meskipun jenis IP address ini umumnya ditawarkan pada server Dedicated Hosting dan Cloud VPS Hosting, beberapa penyedia layanan web hosting Indonesia memperbolehkan pelanggannya untuk menggunakan dedicated IP pada server shared hosting.

Kelas IP Address

IP address IPv4 juga dibagi menjadi beberapa kelas. Masing-masing memiliki rentang angka serta jumlah maksimal alamat IP dan jaringan:

1. Kelas A
Rentang angka: 0.0.0.0 – 127.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP: 16.777.216
Jumlah maksimal jaringan: 128

2. Kelas B
Rentang angka: 128.0.0.0 – 191.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP: 1.048.576
Jumlah maksimal jaringan: 16.384

3. Kelas c
Rentang angka: 192.0.0.0 – 223.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP: 65.536
Jumlah maksimal jaringan: 2.097.152

4. Kelas D
Rentang angka: 224.0.0.0 – 239.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP: tidak didefinisikan
Jumlah maksimal jaringan: tidak didefinisikan

5. Kelas E
Rentang angka: 140.0.0.0 – 255.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP: tidak didefinisikan
Jumlah maksimal jaringan: tidak didefinisikan

Apa itu Subnet mask
Subnet mask adalah sebuah teknik khusus yang bertujuan untuk memecahkan maupun membagi jaringan pada komputer sehingga bisa jadi subnetwork-subnetwork yang memiliki ukuran lebih kecil lagi. Melalui kegiatan ini, maka sebuah jaringan komputer dapat memunculkan tambahan-tambahan network-network. Nah, karena kegiatan ini bisa berdampak pengurangan maksimal host, maka perlu teknik khusus satu ini.

Teknik ini juga sama seperti dengan IP Address yang terdiri dari 4 byte (32 bit) dan notasinya ditulis sama dengan IP Address. Biasanya yaitu 255.255.255.0 dan supaya TCP maupun IP berfungsi, maka Anda memerlukan teknik subnet ini. Teknik khusus ini biasanya melengkapi IP Address dan juga dengan cara menerapkan ke IP Address serta menentukan subnet milik IP.

Umumya IP Address mempunyai 2 komponen, host address dan juga network address. Subnetting berikutnya membagi dengan bagian host dari IP Address jadi subnet dan juga host Address apabila subnetwork tambahan dibutuhkan. Akibatnya adalah akan menutupi IP Address dan juga membagi IP Address jadi network dan juga host Address.

Apakah Subnetting Cocok untuk Semua IP Address?

IP address dibagi menjadi lima jaringan kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. 
Namun kelas D dan E memiliki fungsi lain, sehingga subnetting hanya bisa digunakan pada IP address kelas A hingga C. 
Setiap kelas memiliki default subnet mask yang berbeda, seperti pada tabel di bawah ini. 
Subnetting IP address

Subnet mask IP address
Subnet mask default mendeskripsikan berapa banyak oktet (baris bilangan) yang digunakan pada jaringan tersebut. 
Pada kelas A, oktet pertamanya (255) adalah subnet mask, dan tiga oktet sisanya (0.0.0) dibagi menjadi subnet sesuai kebutuhan. 
Pada kelas B, subnet mask ada pada oktet pertama dan kedua, dan dua oktet sisanya dengan panjang 16 bit untuk subnet. 
Pada kelas C, oktet pertama hingga ketiga adalah subnet, dan satu oktet dengan panjang 8 bit untuk subnet. 

Subnet mask default juga bisa memberitahu jumlah dan jenis alamat IP dari jaringan tertentu. 
Misalnya IP address-nya adalah 10.45.21.0, maka berdasarkan jumlah oktetnya IP address ini termasuk kelas C dengan subnet mask 255.255.255.0. Maka, IP host-nya berada pada rentang 10.45.21.0–10.45.21.255.

Bagaimana cara kerja subnet mask?
Jaringan internet terhubung dengan ratusan bahkan jutaan perangkat di dunia, baik itu smartphone, laptop, bahkan smart TV. Untuk mengidentifikasi device yang terhubung, maka diperlukan alamat IP. 
Namun karena banyaknya device yang terhubung, rute yang dilalui jaringan sangat rumit. Akibatnya, internet butuh waktu lama agar sampai pada alamat IP sebuah perangkat. 

Subnetting membuat subjaringan atau membagi beberapa jaringan pada sebuah jaringan besar. Sehingga satu alamat IP publik bisa digunakan beberapa perangkat, yang masing-masing memiliki alamat IP internal berbeda. Karena alamat IP lebih detail, pertukaran data jadi lebih cepat ke perangkat tujuan.

Kesimpulan
IP Address adalah serangkaian angka yang unik untuk mengidentifikasi perangkat yang terhubung ke jaringan komputer. Ada empat jenis IP Address: publik, privat, dinamis, dan statis. Subnet mask adalah teknik untuk memecah jaringan menjadi subnetwork yang lebih kecil dengan mengatur bagian host dari IP Address. Subnetting cocok untuk IP Address kelas A hingga C, yang memiliki default subnet mask yang berbeda. Teknik ini membantu meningkatkan efisiensi dan kecepatan pertukaran data dalam jaringan.

Referensi